Blog Tentang Materi Pelajaran Biologi, Fisika Dan Kimia

Saturday, September 16, 2017

TRANFUSI DARAH








Melanjutkan materi kita sebelumnya tentang Darah. Kali ini kita akan membahasa tentang tranfusi.
Transfusi darah merupakan proses pemindahan darah dari tubuh pendonor ke dalam tubuh resipien darah. Resipien adalah orang yang menerima darah dari pendonor. Pendonor adalah orang yang memberikan darahnya kepada resipien.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam transfusi darah adalah jenis aglutinogen donor dan aglutinin resipien. Aglutinin mempunyai kemampuan untuk menggumpalkan darah. Jika aglutinin resipien bercampur dengan aglutinogen donor, darah resipien akan menggumpal dan dapat menyebabkan kematian jika jenis aglutinin dan aglutinogen tersebut tidak cocok. Darah pendonor yang bercampur dalam tubuh resipien akan dianggap sebagai antigen oleh tubuh resipien. 



Rumus perhitungan darah untuk tranfusi
Rumus :
Hb normal –Hb pasien = hasil

hasil x BB x jenis darah


Keterangan :
Hb normal = Hb yang diharapkan atau Hb normal
Hb pasien = Hb pasien saat ini
Hasil = hasil pengurangan Hb normal dan Hb pasien
Jenis darah = darah yang dibutuhkan
= PRC dikalikan 3 (Packed Red Cells)
= WB dikalikan 6 (Whole Blood )



Rumus Transfusi Darah


1.Whole Blood : 6 x ∂ Hb x BB
2.PRC : 3 x ∂ Hb x BB
3.Konsentrat : 0,5 x ∂ Hb x BB
4.FFP : 10 x ∂ Hb x BB
5. Cryopresipitat : 0,5 x ∂ Hb x BB

Rumus Kebutuhan Albumin

∂ Alb x [(BB x 40)/100 ] x 2 = ….gram

Rumus Menentukan ARD

AaDO2 = [ (713 x FiO2) – 5/4.pCO2 ] pO2

Keterangan:  
AaDO2 adalah Alveolar Arteriol O2 Difference
FiO2 : Udara bebas : 0,2 ; Setiap kenaikan O2 1 liter: + 0,04
Nilai Normal : 20 –65
Pneumonia : 100 –200  
ARDS : > 300