Melanjutkan materi kita sebelumnya tentang
Darah. Kali ini kita akan membahasa tentang tranfusi.
Transfusi darah merupakan proses
pemindahan darah dari tubuh pendonor ke dalam tubuh resipien darah. Resipien adalah orang yang menerima
darah dari pendonor. Pendonor adalah
orang yang memberikan darahnya kepada resipien.
Beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam transfusi darah adalah jenis aglutinogen donor dan aglutinin resipien.
Aglutinin mempunyai kemampuan untuk menggumpalkan darah. Jika aglutinin
resipien bercampur dengan aglutinogen donor, darah resipien akan menggumpal dan
dapat menyebabkan kematian jika jenis aglutinin dan aglutinogen tersebut tidak
cocok. Darah pendonor yang bercampur dalam tubuh resipien akan dianggap sebagai
antigen oleh tubuh resipien.
Rumus :
Hb normal –Hb pasien = hasil
hasil x BB x jenis darah
Keterangan :
Hb normal = Hb yang diharapkan atau
Hb normal
Hb pasien = Hb pasien saat ini
Hasil = hasil pengurangan Hb normal
dan Hb pasien
Jenis darah = darah yang dibutuhkan
= PRC dikalikan 3 (Packed
Red Cells)
= WB dikalikan 6 (Whole Blood )
Rumus
Transfusi Darah
1.Whole
Blood : 6 x ∂ Hb x BB
2.PRC : 3 x ∂ Hb x BB
3.Konsentrat
: 0,5 x ∂ Hb x BB
4.FFP : 10 x ∂ Hb x BB
5. Cryopresipitat : 0,5 x
∂ Hb x BB
Rumus Kebutuhan Albumin
∂
Alb x [(BB x 40)/100 ] x 2 = ….gram
Rumus Menentukan ARD
AaDO2 = [ (713 x FiO2)
– 5/4.pCO2 ] –pO2
Keterangan:
AaDO2 adalah Alveolar
Arteriol O2 Difference
FiO2 : Udara bebas :
0,2 ; Setiap kenaikan O2 1 liter: + 0,04
Nilai Normal : 20 –65
Pneumonia
: 100 –200
ARDS : > 300
